Home Uncategorized PROGRAM KERJA BIDANG BURUH TANI DAN NELAYAN

PROGRAM KERJA BIDANG BURUH TANI DAN NELAYAN

by superadmin
  1. Penguatan  Kapasitas Kader
  1. Pertanian mengalami involusi, belum berdampak pada kemajuan pertanian. Petani dan nelayan harus menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa pendampingan. Tani dan nelayan menjadi bidang termarginalkan. Pertanian menjadi tidak menarik.
  2. Pengetahuan kader terhadap dunia pertanian belum memadai, belum mampu menjawab kebutuhan dan problem pertanian. Petani dan nelayan membutuhkan pendamping dalam pengembangan diri dan masyarakatnya.
  3. Kader Brutal Pemuda Muhammadiyah harus siap mendampingi dan membantu masyarakat. Peningkatan dan penguatan kapasitas kader dalam pertanian menjadi keniscayaan.
  4. Brutal PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur memiliki kewajiban dalam peningkatan dan penguatan kapasitas kader di daerah; pendidikan, pelatihan dan magang, seminar, lokakarya. Tani dan nelayan kembali menjadi salah satu kebanggaan kader.
  5. Tercipta kader Brutal yang siap menjadi fasilitator pertanian untuk Muhammadiyah dan masyarakat
  6. Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan Pengembangan ini menjadi pilar penting keberhasilan program Brutal. Tujuan dari program ini adalah:

  1. Menggali potensi kader Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur dibidang pertanian.
  2. Menyusun road map pertanian kader
  3. Mendokumentasikan dan menyosialisasi keberhasilan  pertanian kader Pemuda Muhammadiyah agar bisa direplikasi sesuai dengan kebutuhan kader ditempat yang lain.
  4. Pengembangan pertanian dan potensi kader menjadi kader utama tani dan nelayan
  5. Litbang dilakukan secara mandiri dan bekerjasama lintas bidang dan kelembagaan
  6. Fasilitasi dan Pendampingan
  1. Kader Pemuda Muhammadiyah memiliki berbagai kendala dan keterbatasan dalam melakukan pengembangan diri dalam membangun relasi kerjasama dan kemitraan dengan stakeholder pertanian.
  2. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur membangun kerjasama dan kemitraan bidang pertanian dengan stakeholder terkait. Kerjasama dan kemitraan ini juga harus dibangun pada tingkatan PDPM, PCM hingga PRPM. 
  3. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur akan membantu melakukan fasilitasi dan pendampingan, termasuk memberikan teknik dan pelatihan untuk membuka dan memperkuat kerjasama. dan kemitraan.
  4. Kerjasama, Kemitraan dan Penguatan Jejaring
  1. Dalam membangun dan mengembangkan pertanian kader, Pemuda Muhammadiyah tidak bisa melakukan sendiri. Pemuda Muhammadiyah harus membuka kerjasama dan kemitraan untuk menguatkan jejaring pertanian.
  2. Kerjasama, kemitraan dan penguatan jejaring dilakukan secara internal (persyarikatan)  dan juga dilakukan secara eksternal (non persyarikatan).
  3. Expo Pertanian
  1. Kader utama petani dan nelayan yang telah mendapatkan falitasi dan pendampingan harus mampu membuat badan usaha pertanian, baik badan usaha yang dikelola oleh perseorangan maupun secara berjamaah.
  2. Badan usaha pertanian menjadi salah satu bentuk keberhasilan fasilitasi dan pendampingan. 
  3. Brutal Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur menyelenggaran expo pertanian sebagai ajang promosi hasil hasil pertanian kader Muhammadiyah dari tiap-tiap Daerah dan untuk membuka pasar pertanian yang lebih besar.
  4. Pengelolaan Media untuk Sosialisasi
  1. Brutal Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur membuat media komunikasi dan publikasi untuk saling memberikan informasi pertanian. 
  2. Media komunikasi dan publikasi dilakukan melalui berbagai instrumen media, baik elektronik maupun cetak.
  3. Keberhasilan program Brutal Pemuda Muhammadiyah baik diwilayah maupun pada struktur dibawahnya harus dipublikasikan guna memberikan informasi yang utuh. Keberhasilan program Brutal akan menjadi inspirasi kader Muhammadiyah maupun masyarakat umum.

Related Articles

Leave a Comment